Langsung ke konten utama

Manisnya Persahabatan ♥

Apasih tali persahabatan itu?
     Persahabatan adalah pertautan jiwa yang berjumpa dalam keriangan. Saat jiwa bertaut dengan jiwa yang lain, jiwa memperoleh kesenangan dan kebahagiaannya. Jiwa pun mendapatkan tempat untuk menumpahkan semua keluh kesahnya dan menjadikannya ringan dan terbang bebas.
     Jiwa membutuhkan teman karena jiwa berasal dari satu kesatuan. Jiwa-jiwa sebelumnya pernah bersatu dalam sebuah alam yang mahaluas dan tak berbatas. Di sana jiwa-jiwa iyu saling mendekap dan akrab.
     Jiwa-jiwa di negerinya yang abadi tidak pernah disentuh dan dirasuki kebencian dan keirian. Jiwa-jiwa itu saling menyayangi dan mengasihi.
     Sahabat hadir untuuk menemani jiwa menapaki jalan-jalan menuju kesempurnaan. Menuju pada pendewasaan dan kematangan jiwa. Pada jiwa yang dipenuhi dengan kemuliaan dan keagungan.
     Sahabat akan meringankan beban yang memberati punggung jiwa. Sahabat akan memberikan sapu tangannya yang lembut saat bulir-bulir keringat telah menetes. Sahabat akan mengulurkan tangan untuk mengangkat tangan jiwa ketika jiwa terperosok. Sahabat juga akan menghibur jiwa yang direngkuh oleh awan kesedihan. Sahabat adalah cara untuk mengukur dalamnya dan kekuatan jiwa.
     Sahabat tidak pernah berharap kecuali hasrat untuk membahagiakan jiwa. Sahabat tidak ingin mengambil keuntungan dan manfaat. Sahabat sudah cukup dengan memuaskan jiwanya sendiri dan jiwanya.
     Sebuah persahabatan adalah hasrat memikul sebuah tanggung jawab sebagai kegembiraan bukan untuk mencari-cari kesempatan.
     Dalam manisnya persahabatan, biarkan tawa dan berbagi kesenangan muncul karena pada titik embun kecil, jiwa menemukan paginya dan keceriaannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setetes Air & Lilin Kecil ♥

     Malam itu hujan rintik membasahi halaman rumah tua yang berada di pinggiran kota. Saat itu hujan cukup lebat sehingga membuat seisi kota sangt gelap. Terlihat sebuah jendela besar dengan bingkai kayu di pinggirnya. Di antara kaca bening yang cukup tipis itu terlihat setetes air yang menempel di bagian luar jendela dan sebatang lilin kecil dengan api yang bergoyang-goyang. "hai.." ucap setetes air itu setelah meluncur turun di kaca dan berhenti tepat di depan api lilin itu. "ha-haii" ucap api kecil itu. "hmm, di sini hangat" balas titik air itu. "iya, aku selalu memberikan cahaya dan kehangatan untuk siapapun di sekitarku. Jawabnya lantang sambil tersenyum.     "Kalau kau menerangi dan menghangatkan siapapun disekitarmu, apa sebenarnya yang bisa aku perbuat?" tanya titik air itu, dia berfikir dan terus berfikir. Waktu telah berlalu cukup lama, namun air itu tidak berhenti berfikir. Dia mengarahkan pandangannya pada api kecil itu. ...

Sama seperti pohon itu...

Seorang ibu bertanya pada anak lelaki-nya yang baru duduk di bangku TK. “Nak, apa cita-citamu?” si anak memandangi ibunya dengan ekspresi yang penuh tanya “apa itu cita-cita?” tanyanya dengan mata yang berbinar-binar. "kamu ingin menjadi apa saat kamu besar nanti?” jawab Ibunya dengan mencubit lembut pipi anaknya. “Aku ingin menjadi pohon! Yang besar dan kokoh!” teriaknya sambil mengepalkan tangan kanannya lalu diangkatnya tinggi-tinggi. Ibunya tertawa, “kenapa pohon?” tanyanya lagi. “Aku akanberdiri sendiri. Aku akan ada di hamparan ladang yang luas. Ya! Aku akan ada di antara rumput yang bergoyang bu!” ucapnya dengan penuh semangat sambil merentang-rentangkan tangan menggambarkan luasnya ladang yang ada di angan-angannya.“Lalu apa yang akan kamu lakukan sebagai pohon?” tanya ibunya dengan menyunggingkan senyuman yang tak hilang sama sekali dari bibirnya. “aku memang paling terlihat dan diam bu, tapi aku akan mendengar nyanyian rumput-rumput itu, menyimpankan air untuk ru...