Apasih tali persahabatan itu?
Persahabatan adalah pertautan jiwa yang berjumpa dalam keriangan. Saat jiwa bertaut dengan jiwa yang lain, jiwa memperoleh kesenangan dan kebahagiaannya. Jiwa pun mendapatkan tempat untuk menumpahkan semua keluh kesahnya dan menjadikannya ringan dan terbang bebas.
Jiwa membutuhkan teman karena jiwa berasal dari satu kesatuan. Jiwa-jiwa sebelumnya pernah bersatu dalam sebuah alam yang mahaluas dan tak berbatas. Di sana jiwa-jiwa iyu saling mendekap dan akrab.
Jiwa-jiwa di negerinya yang abadi tidak pernah disentuh dan dirasuki kebencian dan keirian. Jiwa-jiwa itu saling menyayangi dan mengasihi.
Sahabat hadir untuuk menemani jiwa menapaki jalan-jalan menuju kesempurnaan. Menuju pada pendewasaan dan kematangan jiwa. Pada jiwa yang dipenuhi dengan kemuliaan dan keagungan.
Sahabat akan meringankan beban yang memberati punggung jiwa. Sahabat akan memberikan sapu tangannya yang lembut saat bulir-bulir keringat telah menetes. Sahabat akan mengulurkan tangan untuk mengangkat tangan jiwa ketika jiwa terperosok. Sahabat juga akan menghibur jiwa yang direngkuh oleh awan kesedihan. Sahabat adalah cara untuk mengukur dalamnya dan kekuatan jiwa.
Sahabat tidak pernah berharap kecuali hasrat untuk membahagiakan jiwa. Sahabat tidak ingin mengambil keuntungan dan manfaat. Sahabat sudah cukup dengan memuaskan jiwanya sendiri dan jiwanya.
Sebuah persahabatan adalah hasrat memikul sebuah tanggung jawab sebagai kegembiraan bukan untuk mencari-cari kesempatan.
Dalam manisnya persahabatan, biarkan tawa dan berbagi kesenangan muncul karena pada titik embun kecil, jiwa menemukan paginya dan keceriaannya.
Sahabat akan meringankan beban yang memberati punggung jiwa. Sahabat akan memberikan sapu tangannya yang lembut saat bulir-bulir keringat telah menetes. Sahabat akan mengulurkan tangan untuk mengangkat tangan jiwa ketika jiwa terperosok. Sahabat juga akan menghibur jiwa yang direngkuh oleh awan kesedihan. Sahabat adalah cara untuk mengukur dalamnya dan kekuatan jiwa.
Sahabat tidak pernah berharap kecuali hasrat untuk membahagiakan jiwa. Sahabat tidak ingin mengambil keuntungan dan manfaat. Sahabat sudah cukup dengan memuaskan jiwanya sendiri dan jiwanya.
Sebuah persahabatan adalah hasrat memikul sebuah tanggung jawab sebagai kegembiraan bukan untuk mencari-cari kesempatan.
Dalam manisnya persahabatan, biarkan tawa dan berbagi kesenangan muncul karena pada titik embun kecil, jiwa menemukan paginya dan keceriaannya.
Komentar
Posting Komentar