Langsung ke konten utama

Memerangi Masa Lalu, haruskah?


Sejak beberapa hari yang lalu, beberapa kali aku memimpikan seseorang yang pernah ada di hidupku, yang mengisi hari-hari ku sebut saja Bintang. Salah memang, ketika kita sudah memiliki orang baru di hidup kita, yang lebih baik, yang mengerti kita, yang menerima kita apa adanya namun kita masih tenggelam dalam masa lalu. Tapi jangan salah, aku tidak pernah tenggelam dalam masa lalu, aku hanya sedikit mengingatnya dan mengulang beberapa memori yang ada di kepalaku.

Sebenarnya kita tidak perlu memerangi masa lalu kita, kita hanya perlu melangkah. Kita tidak perlu melupakannya, kita justru harus mengingatnya agar tidak jatuh pada lubang yang sama, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama. Remember, pengalaman adalah guru terbaik.

Pernah kah kalian begitu membenci dengan seseorang yang dulu begitu berarti di hidup kalian? Boleh, tapi jangan lagi. Berterima kasihlah pada seseorang itu, karna kita bisa merasakan sakit. Dengan itu kita bisa menjadi lebih baik, setidaknya kita tidak menyakiti hati orang lain 'seperti yang orang itu lakukan dulu' terhadap kita, karna kita tahu rasa sakitnya.

Begitu pula untuk kalian yang memiliki pasangan atau orang baru di hidup kalian. Berdamailah dengan masa lalu kalian, dan berdamailah dengan masa lalu pasangan kalian. Jangan terlalu membenci, berterima kasihlah pada para masa lalu pasangan kalian. Kenapa? Karna mereka, kalian bisa mengenal pasangan kalian yang sekarang. Pasangan yang lebih baik dari dirinya yang sebelumnya, pasangan yang dengan tegar bangkit setelah mengalami keterpurukan, pasangan yang berhasil melewati sakitnya, pasangan yang memperlakukanmu dengan baik dan lebih baik lagi.

Jangan terlalu marah atau kecewa ketika pasangan kalian sedikit mengingat tentang memori bersama masa lalunya, kita tidak pernah tahu bagaimana sakitnya ia melalui semua itu. Bisa-bisa kita menggores luka yang sudah lama sembuh. Ingat memori itu datang dengan sendirinya, dan bukan untuk sengaja di ingat untuk mengulanginya. Masa lalu akan berlalu jika kita berdamai dengannya, bukan justru memeranginya! ♥

Untuk Bintang ku di masa lalu, terimakasih telah menjadikan ku lebih kuat, menjadikan ku sosok yang tak tergoyahkan, menjadikan ku sosok yang mampu menjaga hatinya sendiri tanpa menggantungkan hidupnya pada orang lain, terimakasih telah memberikan rasa sakit yang tiada duanya, membuatku melewati rasa sakitku dengan mudah. Terimakasih telah memberikanku kesempatan untuk menemukan Bintang terang lainnya, Bintang baru, yang lebih indah. Dan, terimakasih membuatku seperti ini sehingga mampu memperlakukan Bintang baru ku dengan lebih baik.♥

Untuk Bintang ku yang baru, yang lebih indah, yang lebih terang, yang kini menjadi segalanya untuk aku. Terimakasih membuatku menyadarinya, terimakasih telah membuatku berdamai dengan masa laluku, terima kasih untuk kedewasaanmu, menerimaku apa adanya. Semoga di-segerakan untukmu berdamai dengan masa lalu-ku dan masa lalu-mu juga. Semoga untuku, cahayamu tidak akan redup ♥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setetes Air & Lilin Kecil ♥

     Malam itu hujan rintik membasahi halaman rumah tua yang berada di pinggiran kota. Saat itu hujan cukup lebat sehingga membuat seisi kota sangt gelap. Terlihat sebuah jendela besar dengan bingkai kayu di pinggirnya. Di antara kaca bening yang cukup tipis itu terlihat setetes air yang menempel di bagian luar jendela dan sebatang lilin kecil dengan api yang bergoyang-goyang. "hai.." ucap setetes air itu setelah meluncur turun di kaca dan berhenti tepat di depan api lilin itu. "ha-haii" ucap api kecil itu. "hmm, di sini hangat" balas titik air itu. "iya, aku selalu memberikan cahaya dan kehangatan untuk siapapun di sekitarku. Jawabnya lantang sambil tersenyum.     "Kalau kau menerangi dan menghangatkan siapapun disekitarmu, apa sebenarnya yang bisa aku perbuat?" tanya titik air itu, dia berfikir dan terus berfikir. Waktu telah berlalu cukup lama, namun air itu tidak berhenti berfikir. Dia mengarahkan pandangannya pada api kecil itu. ...

Manisnya Persahabatan ♥

Apasih tali persahabatan itu?      Persahabatan adalah pertautan jiwa yang berjumpa dalam keriangan. Saat jiwa bertaut dengan jiwa yang lain, jiwa memperoleh kesenangan dan kebahagiaannya. Jiwa pun mendapatkan tempat untuk menumpahkan semua keluh kesahnya dan menjadikannya ringan dan terbang bebas.      Jiwa membutuhkan teman karena jiwa berasal dari satu kesatuan. Jiwa-jiwa sebelumnya pernah bersatu dalam sebuah alam yang mahaluas dan tak berbatas. Di sana jiwa-jiwa iyu saling mendekap dan akrab.      Jiwa-jiwa di negerinya yang abadi tidak pernah disentuh dan dirasuki kebencian dan keirian. Jiwa-jiwa itu saling menyayangi dan mengasihi.      Sahabat hadir untuuk menemani jiwa menapaki jalan-jalan menuju kesempurnaan. Menuju pada pendewasaan dan kematangan jiwa. Pada jiwa yang dipenuhi dengan kemuliaan dan keagungan.      Sahabat akan meringankan beban yang memberati punggung jiwa. Sahabat akan memberik...

Sama seperti pohon itu...

Seorang ibu bertanya pada anak lelaki-nya yang baru duduk di bangku TK. “Nak, apa cita-citamu?” si anak memandangi ibunya dengan ekspresi yang penuh tanya “apa itu cita-cita?” tanyanya dengan mata yang berbinar-binar. "kamu ingin menjadi apa saat kamu besar nanti?” jawab Ibunya dengan mencubit lembut pipi anaknya. “Aku ingin menjadi pohon! Yang besar dan kokoh!” teriaknya sambil mengepalkan tangan kanannya lalu diangkatnya tinggi-tinggi. Ibunya tertawa, “kenapa pohon?” tanyanya lagi. “Aku akanberdiri sendiri. Aku akan ada di hamparan ladang yang luas. Ya! Aku akan ada di antara rumput yang bergoyang bu!” ucapnya dengan penuh semangat sambil merentang-rentangkan tangan menggambarkan luasnya ladang yang ada di angan-angannya.“Lalu apa yang akan kamu lakukan sebagai pohon?” tanya ibunya dengan menyunggingkan senyuman yang tak hilang sama sekali dari bibirnya. “aku memang paling terlihat dan diam bu, tapi aku akan mendengar nyanyian rumput-rumput itu, menyimpankan air untuk ru...